Social Icons

Rabu, 25 Februari 2015

Masjid Saka Tunggal Baitussalam Cikakak Banyumas

Gerbang Masuk Masjid Saka Tunggal
Masjid ini berada di desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lokasi tempat berdirinya masjid bersejarah ini berjarak kurang lebih 30 km dari Kota Purwokerto sehingga relatif mudah untuk dijangkau, meskipun posisinya agak masuk ke dalam dan berada di dekat wilayah perbukitan dan di kelilingi pepohonan yang cukup lebat.
Yang menarik dari masjid ini bukan saja status masjid yang dikukuhkan sebagai benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah yang cukup penting, namun juga karena keberadaan ratusan monyet yang meyambut setiap orang yang datang ke lokasi ini. Monyet ini tersebar di sekeliling masjid, bertebaran di halaman, bergelantungan di ranting-ranting pohon. Keberadaan monyet yang cukup banyak ini menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah orang untuk mengunjungi lokasi masjid besejarah ini. Di bagian depan pintu gerbang, terdapat loket retribusi untuk para pengunjung memasuki lokasi. Keberadaan makam keramat yang berada tidak jauh dari masjid ini

Selasa, 30 Desember 2014

Kesultanan Tidore Kini…

Kesultanan Tidore pada masanya merupakan Kerjaan Islam yang terbilang besar. Namun, melihat kodisinya saat ini, kebesaran kesultanan ini nyaris tidak terbayangkan, setidaknya oleh saya. karena penerus dan pewaris kesulrtanan ini tidak lagi memainkan peran pemerintahan dan kekuasaan sebagaimana dulu. Sebagian dari mereka bahkan memilih tinggal di perkotaan di pulau lain. Yang tersisa kemudian hanya bangunan peninggalan kesultanan dengan sejumlah situs benda-benda peninggalan yang dipajang di etalase ruangan. Dalam catatan sejarah dijelaskan, kesultanan ini muncul pertama kali pada tahun 1108 M atau bertepatan dengan 502 H.  Dan siapa yang menyangka,

Minggu, 21 Desember 2014

Mushaf Kayu Ukuran Besar, Palembang

Kreativitas anak Bangsa ini memang tidak pernah kering. Selalu saja ada muncul ide-ide kreatif dan segar yang dituangkan dalam berbagai bidang dan media, tak terkecauli dalam bidang penulisan mushaf Al-Qur’an. Salah satu wujud kreativitas ini bisa dilhat pada Mushaf Kayu dengan ukuran yang besar di Palembang. Mushaf ini oleh pembuat dan pemrakrasa disebut dengan Mushaf Al-Akbar. Penamaan ini didasarkan pada media tulis kayu yang terbilang besar, berbahan kayu, sementara tulisannya merupakan pahatan-pahatan kayu yang sangat rapi, detil, dan berwana keemasan. Yang tidak kalah unik adalah penyusunan mushaf yang didisplay secara vertical dalam satu bangunan khusus secara bertingkat. Masing-masing tingkat dimaksudkan mewakili masing-masing juz, tingkat pertama adalah juz pertama, tingkat kedua juz kedua, dan seterusnya. Meski, penyusunan ini belum diselesaikan seluruhnya, namun
 

Facebook

https://www.facebook.com/mustofa.acep

Sample Text

Sample Text